Loading...

Artikel


Apa Saja yang Perlu Dipantau dalam Brand Monitoring?

Diperbarui oleh: Nazwa Aulia pada 30 Sep 2026 09:47

Apa Saja yang Perlu Dipantau dalam Brand Monitoring?

Setiap percakapan tentang brand di internet dapat memberikan informasi penting bagi bisnis. Mulai dari komentar pelanggan, ulasan produk, pemberitaan media, hingga percakapan di media sosial, semuanya dapat membentuk persepsi publik. Karena itu, brand monitoring dibutuhkan untuk membantu perusahaan mengetahui bagaimana brand dibicarakan dan dipersepsikan oleh audiens.

Brand monitoring merupakan proses memantau berbagai penyebutan brand, produk, maupun topik yang berkaitan dengan bisnis di berbagai kanal digital. Pemantauan ini tidak hanya berfokus pada jumlah penyebutan, tetapi juga melihat konteks, sentimen, serta isu yang muncul dalam percakapan.

1. Nama Brand dan Variasinya

Hal pertama yang perlu dipantau adalah nama brand. Jangan hanya menggunakan nama resmi, tetapi sertakan juga singkatan, nama produk, hashtag, username, hingga kesalahan penulisan yang umum digunakan audiens.

Langkah ini penting karena pengguna internet tidak selalu menuliskan nama brand dengan format yang sama. Dengan memantau berbagai variasi tersebut, bisnis dapat memperoleh gambaran percakapan yang lebih luas.

 

2. Sentimen Audiens

Jumlah penyebutan saja belum cukup untuk memahami kondisi brand. Brand monitoring juga perlu melihat sentimen dalam setiap percakapan, seperti positif, netral, atau negatif.

Analisis sentimen membantu bisnis memahami bagaimana respons audiens terhadap produk, layanan, maupun aktivitas pemasaran. Menurut Ahrefs, sentiment analysis dapat membantu brand memahami konteks percakapan dan melihat bagaimana audiens merespons brand secara lebih menyeluruh.

3. Percakapan di Media Sosial

Media sosial menjadi salah satu sumber percakapan yang bergerak cepat. Karena itu, brand perlu memantau posting, komentar, mention, hashtag, dan percakapan yang menyebut nama brand.

Pemantauan juga sebaiknya tidak hanya melihat mention secara langsung. Percakapan tanpa tag atau mention langsung tetap dapat memberikan informasi mengenai persepsi audiens terhadap brand.

4. Berita, Artikel, dan Forum

Percakapan mengenai brand juga dapat muncul di luar media sosial. Portal berita, blog, forum komunitas, dan situs industri dapat menjadi sumber informasi mengenai bagaimana brand dibicarakan oleh publik.

Pemantauan kanal tersebut membantu bisnis menemukan isu yang sedang berkembang sekaligus mengetahui konteks pemberitaan atau diskusi yang berkaitan dengan brand.

5. Ulasan dan Feedback Pelanggan

Review pelanggan dapat memberikan gambaran mengenai pengalaman mereka terhadap produk atau layanan. Karena itu, rating, komentar, keluhan, serta apresiasi pelanggan juga menjadi bagian penting dalam brand monitoring.

Data tersebut dapat digunakan untuk menemukan pola masalah, mengetahui hal yang paling disukai pelanggan, dan menjadi bahan evaluasi bagi tim terkait.

6. Kompetitor dan Share of Voice

Brand monitoring juga dapat diperluas dengan memantau kompetitor. Dengan melihat seberapa sering brand dan kompetitor dibicarakan, bisnis dapat memahami posisi percakapan dalam industri.

Selain jumlah mention, perusahaan dapat memperhatikan topik yang paling sering dikaitkan dengan kompetitor. Informasi ini dapat membantu menemukan peluang komunikasi dan memahami isu yang sedang menjadi perhatian pasar.

7. Isu dan Lonjakan Percakapan

Kenaikan jumlah mention secara tiba-tiba perlu menjadi perhatian. Lonjakan tersebut dapat terjadi karena kampanye, pemberitaan, produk yang sedang ramai dibicarakan, atau munculnya isu tertentu.

Dengan pemantauan secara berkala, tim dapat lebih cepat menemukan perubahan pola percakapan dan menentukan respons berdasarkan konteks yang tersedia.

8. Key Person dan Influencer

Nama pimpinan, spokesperson, influencer, atau figur yang berkaitan erat dengan brand juga dapat dipantau. Percakapan mengenai figur tersebut terkadang memiliki hubungan dengan persepsi terhadap perusahaan.

Pemantauan ini dapat membantu brand memahami siapa saja yang berperan dalam membentuk percakapan serta melihat sumber yang memiliki pengaruh terhadap penyebaran suatu isu.

Mengapa Brand Monitoring Perlu Dilakukan Secara Terintegrasi?

Banyaknya kanal digital membuat pemantauan secara manual menjadi semakin kompleks. Brand perlu melihat berbagai sumber dalam satu alur agar informasi mengenai mention, sentimen, isu, dan respons dapat dianalisis secara lebih terstruktur.

Pada akhirnya, tujuan brand monitoring bukan sekadar mengetahui siapa yang sedang membicarakan brand. Data yang dikumpulkan perlu diterjemahkan menjadi insight yang dapat membantu tim memahami audiens, mengidentifikasi isu, menjaga reputasi, dan menentukan respons yang sesuai.

Untuk kebutuhan pemantauan percakapan digital yang lebih terstruktur, Ethical Amplifier dapat menjadi solusi. Ethical Amplifier membantu brand memantau percakapan, sentiment, social signal, pemberitaan, hingga mengelola respons melalui response management center dengan alur approval yang dapat disesuaikan kebutuhan tim.